Pengembangan Ekowisata Cuku Nyinyi melalui Edukasi dan Transplantasi Terumbu Karang
Abstract
Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Lampung memiliki potensi wisata bahari berbasis ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Namun, peningkatan tekanan aktivitas manusia dan perubahan kondisi lingkungan menyebabkan terumbu karang mulai mengalami kerusakan sehingga diperlukan upaya rehabilitasi yang melibatkan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola ekowisata serta masyarakat dalam transplantasi terumbu karang menggunakan metode spider-web sebagai upaya mendukung konservasi dan pengembangan wisata bahari berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi mengenai terumbu karang, pelatihan penggunaan peralatan selam (SCUBA), pembuatan media transplantasi, fragmentasi karang, pemasangan fragmen pada kerangka spider-web, serta penempatan media di dasar perairan pada kedalaman sekitar 5 meter. Data kegiatan dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta diskusi dan wawancara informal dengan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan serta meningkatnya pemahaman mengenai pentingnya rehabilitasi terumbu karang. Media transplantasi berhasil dipasang dan dilakukan perawatan awal berupa pembersihan alga untuk mengurangi kompetisi terhadap fragmen karang. Kendala utama meliputi keterbatasan pengalaman peserta dalam penggunaan alat selam serta kondisi perairan yang dinamis. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kesadaran konservasi, serta mendukung pengembangan atraksi wisata edukasi di Ekowisata Cuku Nyinyi.
Unduhan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


