Penerapan Teknologi Akuaponik di Kelompok Pembudidaya Ikan Mandiri Sentosa, Kecamatan Jati agung Lampung Selatan
Abstract
Kecamatan Jati Agung merupakan salah satu wilayah di Provinsi Lampung yang memiliki kegiatan budidaya cukup berkembang dan salah satu pokdakan yang aktif membudiayakan ikan yaitu Pokdakan Mandiri Sentosa. Penggunaan air yang cukup tinggi pada budidaya ikan menghasilkan limbah yang jika tidak diolah dan langsung dibuang ke lingkungan dapat mengakibatkan peningkatan amoniak dan pencemaran air bersih. Guna menanggulangi permasalahan tersebut, perlu upaya pengelolaan air bekas media budidaya ikan agar dapat dimanfaatkan kembali. Air sisa budidaya ikan mengandung nutrien yang secara alami dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pengenalan dan penerapan teknologi akuaponik. Akuaponik merupakan sistem budidaya yang memadukan sub sistem akuakultur dengan sub sistem hidroponik sehingga menjadi suatu sistem produksi pangan terpadu (ikan dan tanaman). Tahapan kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu tahapan persiapan (survey dan sosialisasi) serta tahap pelaksanaan (persiapan instalasi, penyemaian tanaman dan penebaran ikan, pemeliharaan, dan pemanenan). Diharapkan melalui kegiatan ini, para pembudidaya ikan di Kecamatan Jati Agung dapat mengurangi limbah kegiatan budidaya dan meningkatkan hasil panen serta mendapatkan hasil panen tambahan berupa sayur-sayuran. Berdasarkan kegaitan pengabdian yang telah dilaksanakan pada Pokdakan Mandiri Sentosa di Kecamatan Jati Agung didapatkan hasil yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam penerapan teknologi akuaponik hingga 100%.
Unduhan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


