Struktur Vegetasi, Estimasi Produksi, dan Potensi Ekonomi Lahan Agroforestri Pekarangan di Kabupaten Lampung Barat
Abstract
Agroforestri pekarangan merupakan sistem budidaya yang memadukan berbagai jenis tanaman dalam satu unit lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan, obat, dan fungsi ekologis rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur vegetasi, kategori dan pemanfaatan tanaman, serta fluktuasi produksi pada sistem agroforestri pekarangan di Kabupaten Lampung Barat. Penelitian dilakukan pada tiga kecamatan, yaitu Batu Ketulis, Belalau, dan Balik Bukit, menggunakan kombinasi metode inventarisasi vegetasi pada petak contoh berukuran 20 × 20 m dan wawancara terstruktur terkait produksi tanaman periode 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekarangan masyarakat memiliki 28 jenis tanaman dari 19 famili yang tersusun atas pohon, perdu, semak, herba, dan tanaman merambat. Famili Myrtaceae merupakan famili paling dominan, sedangkan kopi (Coffea canephora) memiliki kerapatan dan kerapatan relatif tertinggi, sehingga menjadi spesies yang paling mendominasi struktur vegetasi. Jenis tanaman yang dibudidayakan memiliki fungsi beragam sebagai sumber pangan, obat, peneduh, dan tanaman pagar, dengan pemanfaatan terbesar pada bagian buah. Selain itu, produksi tanaman selama 2021–2024 menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh umur tanaman dan kondisi lingkungan, terutama fenomena kekeringan akibat El Nino yang menyebabkan beberapa tanaman tidak berbuah pada tahun-tahun tertentu. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agroforestri pekarangan memiliki potensi ekologis dan ekonomis yang penting bagi ketahanan pangan rumah tangga dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Barat.
Downloads

