Analisis Push Factor Destinasi Wisata Air Terjun Way Lalaan Berdasarkan Persepsi Wisatawan

  • Arum Candani Kinasih
    "University of Lampung"
  • Gunardi Djoko Winarno
    University of Lampung
  • Trio Santoso Santoso
    university of lampung
DOI: https://doi.org/10.23960/jopfe.v4i1.8434
Abstract Views (Last 12 Months)
254 Abstract Views
197 Downloads
137 Downloads

Abstract

Wisata alam adalah perjalanan ke tempat asing untuk menghabis kan waktu dan menikmati potensi alam atau ekosistem nya yang alami atau buatan untuk tujuan rekreasi dan pariwisata. Salah satu tempat yang dijadikan sebagai tujuan ber-rekreasi adalah objek wisata air terjun Way Lalaan di Kabupaten Tanggamus provinsi Lampung. Persepsi wisatawan mengenai Daya tarik berperan penting dalam pengembangan objek wisata oleh karena itu penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini  menggunakan metode kuesioner dan wawancara secara langsung, Kemudian data akan dianalisis secara deskriptif  dengan menggunakan skala pengukuran yaitu skala likert. Berdasarkan hasil penelitian Persepsi wisatawan menunjukkan hasil yang baik pada indikator Relaksasi, petualangan, informasi dan prestige. Sehingga dapat disimpulkan persepsi wisatawan berdasarkan push faktor Termasuk dalam kategori baik karena memperoleh skor rata-rata empat atau termasuk dalam kategori baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, A. S., Wahyudi, B., Karnelis, K., dan Basriwijaya, K. M. Z. (2022). Pengaruh Fasilitas Terhadap Kepuasan Pengunjung Di Wisata Hutan Mangrove Kota Langsa. Journal of Innovation Research and Knowledge. 2(5):2207-2216.

Aprilia, E.R., Sunarti, dan Pangestuti, E. (2017). Pengaruh Daya Tarik Wisata Dan Fasilitas Layanan Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Pantai Balekambang Kabupaten Malang. Jurnal Administrasi Bisnis.

Cover
Published
2024-05-15
How to Cite
Kinasih, A. C., Winarno, G. D., & Santoso, T. S. (2024). Analisis Push Factor Destinasi Wisata Air Terjun Way Lalaan Berdasarkan Persepsi Wisatawan. Journal of People, Forest and Environment, 4(1), 23–34. https://doi.org/10.23960/jopfe.v4i1.8434