KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM DARI KOMBINASI BEKATUL BERAS DAN SELULOSA SEKAM PADI
DOI:
https://doi.org/10.23960/jab.v1i2.6382
Abstract View: 1861
Abstract
Plastik biodegradable adalah plastik ramah lingkungan yang dapat dibuat dari pati dan selulosa. Sekam padi mengandung 59,2% selulosa dan bekatul beras mengandung 39,8-48,1% pati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bekatul beras dan selulosa sekam padi terhadap karakteristik biodegradable film yang dihasilkan dan untuk mendapatkan perlakuan terbaik sesuai dengan Japanese Industrial Standard (JIS). Penelitian ini disusun dalam RAKL dengan tiga ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P01 (10 g bekatul beras), P02 (10 g selulosa sekam padi), P1 (3 g bekatul beras : 7 g selulosa sekam padi), P2 (4 g bekatul beras : 6 g selulosa sekam padi) , P3 (5 g bekatul beras : 5 g selulosa sekam padi), P4 (6 g bekatul beras : 4 g selulosa sekam padi), P5 (7 g bekatul beras: 3 g selulosa sekam padi). Sekam padi dihaluskan dan disaring kemudian direndam dengan NaOH 2,5% dan dihidrolisis menggunakan H2O2 2%, kemudian dicampur dengan bahan lainnya. Data kuat tarik, persen pemanjangan dan lajutransmisi uap air diuji kesamaan ragamnya dengan uji Bartletts dan kenambahan data diuji dengan uji Tuckey. Data kemudian dilakukan analisis sidik ragam dan diolah lebih lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil terbaik diperoleh pada 6 g bekatul beras : 4 g selulosa sekam padi dengan niali kuat tarik 11,505 MPa, persen pemanjangani 28,392%, dan laju transmisi uap air 6,548 g/m2/jam. Film biodegradable terurai 14 hari dengan uji biodegradabilitasDownloads
References
Akbar, F., Anita, Z dan Harahap, H., 2013. Pengaruh Waktu Simpan Film Plastik Biodegradasi dari Pati Kulit Singkong Terhadap Sifat Mekanikalnya. Jurnal Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara 2(2), 11-15.
Anita, Z., 2013. Pengaruh Penambahan Gliserol Terhadap Sifat Mekanik Film Plastik Biodegradasi dari Pati Kulit Singkong. Jurnal Teknik Kimia USU 2(2), 37-41.
Balai Penelitian dan Konsultasi Industri. 2016.Uji Kandungan Gizi Pati Bekatul. Balai Penelitian dan Konsultasi Industri. Surabaya.
Budianto, A., Ayu, F dan Johan, S, V., 2019. Pemanfaatan Pati Kulit Ubi Kayu dan Selulosa Kulit Kacang Tanah Pada Pembuatan Plastik Biodegradable. Jurnal SAGU 18(2), 11-18.
Cengristitama dan Insan, N., 2020. Pemanfaatan Limbah Sekam Padi dan Minyak Jelantah Untuk Pembuatan Bioplastik. Jurnal TEDC 14(1), 15-23.
Darni, Y dan Utami, 2010. Studi pembuatan dan karakteristik sifat mekanik dan hidrofobisitas bioplastik dari pati sorgum. Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan 7(1), 88-93.
Dewi, R., Rahmi dan Nasrun, 2021. Perbaikan Sifat Mekanik Dan Laju Transmisi Uap Air Edible Film Bioplastik Menggunakan Minyak Sawit Dan Plasticizer Gliserol Berbasis Pati Sagu. Jurnal teknologi kimia UNIMAL 10(1), 61-67.
Fransisca, D., Zulferiyenni dan Susilawati, 2013. Pengaruh Konsentrasi Tapioka Terhadap Sifat Fisik Biodegradable Film dari Komposit Selulosa Nanas. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian 18(2), 196-205.
Gupta, H., Kumar, H., Kumar, M., Gehlaut, K., Gaur, A., Sachan, S dan Park, W., 2020. Synthesis of Biodegradable Films Obtained from Rice Husk And Sugarcane Bagasse To Be Used As Food Packaging Material. Journal of Environmental Engineering Research 25(4), 506-514.
Hayatun, A., Jannah, M., Ahmad, A dan Taba, P., 2020. Synthetic Bioplastik Film from Rice Husk Cellulose. Journal of Physics: Conf. Series 1463, 1-7.
Hidayati, S., Zulferiyenni dan Satyajaya, W., 2019. Optimasi Pembuatan Biodegradable Film Dari Selulosa Limbah Padat Rumput Laut Eucheuma Cottonii Dengan Penambahan Gliserol, Kitosan, CMC dan Tapioka. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 22(2), 340-354.
Ismawanti, D., Putri, R., Murtini, S dan Purwoto, H., 2020. Edible Film Pati Maizena-Karagenan-Bekatul Padi: Karakteristik Viskositas Formula, Kadar Air, dan Water Vapour Transmission Rate. Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri 9(3), 173-183.
Jannah, M., 2017. Penentuan Konsentrasi Optimum Selulosa Sekam Padi Dalam Pembuatan Film Bioplastik. [Skripsi]. UIN Alauddin Makassar. Makassar.
Jannah, M., Ahmad, A., Hayatun, A., Taba, P dan Chadijah, S., 2019. Effect Of Filler and Plastisizer On The Mechanical Properties Of Bioplastik Cellulose From Rice Husk. Journal of Physics: Conference Series 1341, 1-7.
Johar, N., Ishak, A dan Alain, D., 2012. Extraction Preparation and Characterization Of Cellulose Fiber And Nanocrystals From Rice Husk. Journal Industrial Crops and Product 37(1), 93-99.
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan .2020. Konsumsi sampah nasional negara Indonesia. https://indonesia.go.id/kategori/indonesia-dalam-angka/2533/membenahi-tata-kelola-sampah-nasional.Diakses pada24 November 24, 2021.
Krisnadi, R., Handarni, Y dan Udyani, K., 2019. Pengaruh Jenis Plasticizer Terhadap Karakteristik Plastik Biodegradable dari Bekatul Padi. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan VII, pp. 125-130.
Mostafa, N., Farag, A., Abo-dief, H dan Tayeb, A., 2018. Production of biodegradable plastik from agricultural wastes. Arab Journal Chemystry 11(4), 546–553.
Ningsih, S., 2010. Optimasi Pembuatan Bioplastik Polihidroksialkanoat Menggunakan Bakteri Mesofilik dan Media Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. [Tesis]. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Panjaitan, M, R., Irdoni, dan Bahruddin, 2017. Pengaruh Kadar dan Ukuran Selulosa Berbasis Batang Pisang Terhadap Sifat dan Morfologi Bioplastik Berbahan Pati Umbi Talas. Jurnal FTEKNIK 4(1), 1-7.
Rahmawati, D, 2018. Pengaruh Variasi Komposisi Gliserol Dan Kitosan Terhadap Kualitas Plastik Biodegradable dari Bekatul. [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sukoharjo.
Rozikhin, Zalfiatri, Y dan Hamzah, H., 2020. Pembuatan Plastik Biodegradable Dari Pati Biji Durian dan Pati Biji Nangka. Jurnal Chempublish 5(2), 151-165.
Santoso, 2011. Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Jurnal Magistra 23(75), 35-40.
Santoso, A dan Atma, Y., 2020. Physical Properties of Edible Film from Pangasius catfish Bone Gelatin-Breadfruits Strach with Different Formulations. Indonesian Food Science and Technology Journal. 3(2), 42-47.
Satriyo, 2012. Kajian Penambahan Chitosan, Gliserol, Dan Carboxy Methyl Cellulose Terhadap Karakteristik Biodegradable Film Dari Bahan Komposit Selulosa Nanas. [Skripsi]. Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Septiosari, A., Latifah dan Kusumastuti, 2014. Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik Limbah Biji Mangga dengan Penambahan Selulosa dan Gliserol. Indonesian journal of chemical science 3(2), 157-162.
Setyaningrum,A, Sumarui, K dan Hardi, J., 2017. Sifat Fisiko-Kimia Edible Film Agar – Agar Rumput Laut (Gracilaria sp.) Tersubtitusi Glyserol. Journal of Science and Technology 6(2),136-143.
Sharif, M., Butt, S., Anjum, M dan Khan,H., 2014. Rice bran: a novel functional ingredient. Journal of Critical Reviews in Food Science and Nutrition 54(6), 807-816.
Silviana, S dan Rahayu, P., 2019. Central Composite Design For Optimization Of Starch-Based Bioplastik With Bamboo Microfibrillated Cellulose As Reinforcement Assisted By Potassium Chloride. Journal Phys. Conference 1295, 1-9.
Sinaga, S., 2020. Karakteristik Plastik Biodegradable Dari Pati Dan Serat Batang Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq). [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sulityo, W dan Ismiyati, 2012. Pengaruh Formulasi Pati Singkong-Selulosa Terhadap Sifat Mekanik Dan Hidrofobisitas pada Pembuatan Bioplastik. Jurnal Konverensi 1(2), 23-30.
Yuliana, E., 2014. Pengaruh Konsentrasi Gliserol Terhadap Karakteristik Biodegradable Film Dari Nata De Cassava. [Skripsi]. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Zhang, H., Zhao, B., Quan, R., Yam, R., Yuen dan Li, R., 2009. Flame Retardancy Of Rice Husk-Filled High- Density Polyethylene Ecocomposites. Journal of Composites Science and Technology 69(15-16), 2675–268