PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SEMANGKA (Citrullus lanatus) AKIBAT PERBEDAAN DOSIS PUPUK NPK DAN PUPUK PELENGKAP ALKALIS

Authors

  • Annisya Hersa Yustikarini Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung
  • Kus Hendarto Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Septi Nurul Aini Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung
  • Yohannes C. Ginting Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung

DOI:

https://doi.org/10.23960/jak.v1i2.12241
Abstract View: 17

Abstract

Produksi semangka di Provinsi Lampung pada tahun 2020 yaitu 25, 007 ton per tahun, sedangkan permintaan di pasar global mencapai 1.506.000 ton per tahun. Penyebab rendahnya produktivitas semangka dipengaruhi oleh teknik budidaya yang belum optimal, selain itu juga disebabkan oleh jenis tanah di Lampung yang umumnya merupakan tanah Ultisol yang miskin unsur hara dan bersifat asam. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemupukan pada tanaman semangka untuk menambahkan unsur hara makro dan mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK yang paling baik, mengetahui pengaruh pemberian pupuk pelengkap alkalis, serta untuk mengetahui interaksi antara pemberian dosis pupuk NPK dan pupuk pelengkap alkalis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman semangka. Penelitian disusun dengan RAK pola faktorial 4x2, dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama dosis pupuk NPK (0, 30, 60, dan 90 90 g per tanaman) dan faktor kedua pupuk pelengkap alkalis (tanpa pupuk pelengkap alkalis dan pupuk pelengkap alkalis 2 g L-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk NPK 90 g per tanaman dan 60 g per tanaman baik dengan aplikasi pupuk pelengkap alkalis 2 g L-1 maupun tanpa pupuk pelengkap alkalis menghasilkan panjang tanaman, jumlah bunga betina, jumlah cabang primer, diameter buah, dan bobot per buah lebih tinggi dibandingkan dengan dosis pupuk NPK 30 g per tanaman dan 0 g per tanaman baik dengan aplikasi pupuk pelengkap alkalis 2 g L-1 dan tanpa pupuk pelengkap alkalis. Bobot buah (1,99 kg) dan diameter buah (16,03 cm) terbesar dihasilkan oleh kombinasi perlakuan dosis NPK 90 g dan 2 g pupuk pelengkap alkalis. 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Annisya Hersa Yustikarini, Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung

Kus Hendarto, Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Septi Nurul Aini, Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung

Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung

Yohannes C. Ginting, Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung

Downloads

Published

2025-10-28

How to Cite

Yustikarini, A. H. ., Hendarto, K., Aini, S. N., & Ginting, Y. C. (2025). PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SEMANGKA (Citrullus lanatus) AKIBAT PERBEDAAN DOSIS PUPUK NPK DAN PUPUK PELENGKAP ALKALIS. Jurnal Agrotek Kultura, 1(2), 127–138. https://doi.org/10.23960/jak.v1i2.12241