PENGARUH TEKNIK KONSERVASI TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP PRODUKSI SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) DI LAHAN BERLERENG
DOI:
https://doi.org/10.23960/jak.v1i2.12255
Abstract View: 4
Abstract
Provinsi Lampung dikenal sebagai salah satu daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia serta memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan singkong nasional. Pada tahun 2020, produksi singkong di wilayah ini mencapai 2.650.289 ton, namun pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 2.485.452 ton dengan luas areal tanam sekitar 489.573 ha. Penurunan produksi tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu adanya aliran permukaan dan proses erosi yang terjadi di lahan pertanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada 31 Mei 2023 – 9 Maret 2024 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial (2x2). Faktor pertama adalah konservasi tanah (guludan) dan faktor kedua pemupukan. Perlakuan tenik konservasi tanah terbagi menjadi G1: guludan searah lereng, G2: guludan memotong lereng. Perlakuan pemupukan terbagi menjadi P0: tanpa pemupukan, P: NPK Phonska 300 kg ha-1 dan Urea 200 kg ha-1. Penerapan teknik konservasi tanah dalam penelitian ini tidak menimbulkan perbedaan nyata terhadap semua variabel yang diamati. Pada perlakuan pemupukan memperlihatkan hasil berbeda nyata pada taraf 5% terhadap variabel bobot umbi. Sedangkan pada variable jumlah umbi, diameter umbi, dan panjang umbi tidak berbeda nyata. Perlakuan teknik konservasi tanah dan pemupukan tidak memberikan interaksi pada seluruh variabel.