PEMACUAN PEMBUNGAAN TANAMAN SPATIFILUM (Spathiphyllum wallisii Regal) DENGAN PEMBERIAN BENZILADENIN (BA) DAN EKSTRAK LIDAH BUAYA
Abstract
Tanaman spatifilum (Spathiphyllum wallisii), yang dikenal sebagai lili perdamaian, memiliki manfaat bagi lingkungan, termasuk meningkatkan estetika dan mengurangi polutan udara. Estetika tanaman ini dapat ditingkatkan melalui pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti benziladenin dan ekstrak lidah buaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kedua zat tersebut terhadap pertumbuhan dan pembungaan spatifilum. Studi ini dilakukan dari Maret hingga Juni 2024 di Rumah Kaca Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan faktorial (2x3). Faktor pertama adalah pemberian benziladenin (B0 = tanpa benziladenin, B1 = benziladenin 20 ppm), sedangkan faktor kedua adalah pemberian ekstrak lidah buaya (L0 = tanpa ekstrak, L1 = 200 g/L, L2 = 400 g/L). Analisis data dilakukan menggunakan uji Bartlett untuk homogenitas data, uji Tukey untuk aditivitas data, serta analisis ragam (ANOVA) yang diikuti dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian benziladenin meningkatkan penambahan tinggi tanaman, pemberian ekstrak lidah buaya baik konsentrasi 200 g/L maupun 400 g/L memperbanyak penambahan jumlah daun tanaman spatifilum, dan interaksi antara pemberian benziladenin dan ekstrak lidah buaya tidak terjadi pada semua variabel pengamatan.