PEMBUNGAAN KEMBALI TANAMAN SPATIFILUM (Spathiphyllum wallisii) DENGAN PEMBERIAN BENZILADENIN (BA) DAN PUPUK MAJEMUK

  • Dian Ayu Artanti
    Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung
  • Rugayah Rugayah
    Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung
  • Agus Karyanto
    Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar
  • Hery Novpriansyah
    Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung
DOI: https://doi.org/10.23960/jak.v2i1.13232
Abstract Views (Last 12 Months)
14 Abstract Views
41 Downloads

Abstract

Tanaman spatifilum (Spathiphyllum wallisii Regel) merupakan salah satu tanaman hias yang cukup populer di kalangan penggemar tanaman hias sebagai dekorasi ruangan. Tanaman ini cenderung tidak berbunga secara konsisten setelah pembungaan pertama, terutama jika kondisi lingkungan atau nutrisinya kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian benziladenin (BA), pupuk majemuk, dan interaksinya pada pembungaan tanaman spatifilum.Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada Februari–Mei 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor (3×2) dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu B0= benziladenin 0 ppm, B1= benziladenin 30 ppm, dan B2= benziladenin 60 ppm. Faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK (16:32:16) (P1) dan pemberian pupuk NPK (16:32:16) ditambah pupuk daun (6:30:30) (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BA konsentrasi 60 ppm dapat memendekkan tangkai bunga, meningkatkan jumlah anakan, dan jumlah bunga.

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
Published
2026-04-29
How to Cite
Artanti, D. A., Rugayah, R., Karyanto, A., & Novpriansyah, H. (2026). PEMBUNGAAN KEMBALI TANAMAN SPATIFILUM (Spathiphyllum wallisii) DENGAN PEMBERIAN BENZILADENIN (BA) DAN PUPUK MAJEMUK: REFLOWERING OF SPATHIPHYLLUM (Spathiphyllum wallisii) WITH APPLICATION OF BENZYLADENINE AND COMPOUND FERTILIZER. Jurnal Agrotek Kultura, 2(1), 80–89. https://doi.org/10.23960/jak.v2i1.13232