Peningkatan Kualitas Dan Produk Tanaman Agroforestry Berbasis Masyarakat

  • Gunardi Djoko Winarno
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Sugeng Prayitno Harianto
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Slamet Budi Yuwono
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Rahmat Safe'i
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Arief Darmawan
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Samsul Bakri
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Christine Wulandari
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Bainah Sari Dewi
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Hari Kaskoyo
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Indra Gumay Febryano
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Ceng Asmarahman
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Rudi Hilmanto
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Duryat
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Wahyu Hidayat
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Sahda Salsabila
    Jurusan Manajemen Sumberdaya Air, Fakultas Perikanan, Unversitas Jendral Soedirman
DOI: https://doi.org/10.23960/rdj.v4i2.11975
Abstract Views (Last 12 Months)
151 Abstract Views
143 Downloads

Abstract

Peningkatan kualitas dan produk tanaman agroforestry sangat penting dilakukan untuk meningkatkan harga jual dan pemanfaatan ruang yang lebih efisien.  Umumnya produk agroforestry tidak disematkan nama produknya sehingga pembeli tidak mendapat kepuasan dan harapan.  Kondisi ini terjadi seperti halnya buah MPTS yang tidak ada namanya dari suatu varitas MPTS, sehingga harga jualnya sangat rendah.  Para petani perlu dibina dalam pemberian nama suatu produk sehingga konsumen akan percaya dan yakin kualitas dari buah MPTS.  Disisi lain pemanfaatan lahan masih kurang efisien terutama pada lahan permukaan tanah.  Beberapa lahan garapan tumbuh gulma yang dapat menyebabkan menurunnya produksi kebun.  Pengabdian ini dilaksanakan di area kelola Sistem Hutan Kemasyarakatan (SHK) Lestari terhadap kepala keluarga yang menggarap lahan di dalam kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman  (Tahura WAR). Petani setuju bahwa kualitas bibit dan pemberian nama atau merk sebagai jaminan kualias produk adalah penting untuk peningkatan nilai penjualan produk agroforestry.  Secara teknis mereka setuju jika pembatasan jumlah pohon dan pemupukan itu penting dilakukan untuk meningkatkan produksi agroforestry. Mereka menganggap bahwa tidak semua satwa liar mengganggu tanaman.  Adapun organisasi dan keamanan adalah penting dilakukan untuk memberikan jaminan keberhasilan panen dan ketenangan dalam bekerja di lahan garapan mereka hingga masa depan.

Kata kunci : Kualitas, produk,  tanaman agroforestry

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2025-11-29
How to Cite
Winarno, G. D. ., Harianto, S. P., Yuwono, S. B. ., Safe’i, R., Darmawan, A., Bakri, S. ., Wulandari, C., Dewi, B. S., Kaskoyo, H., Febryano, I. G., Asmarahman, C., Hilmanto, R., Duryat, Hidayat, W., & Salsabila, S. (2025). Peningkatan Kualitas Dan Produk Tanaman Agroforestry Berbasis Masyarakat. Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan Dan Lingkungan, 4(2), 110–124. https://doi.org/10.23960/rdj.v4i2.11975