Konservasi Mangrove Sebagai Upaya Menjaga Pesisir Melalui Program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) PLN UPT Banda Aceh Di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar

  • Ali Muhammad Muslih
    Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
  • Gumayo Apriansya
    PLN UPT Banda Aceh
  • Apriadi
    Human Initative cabang Aceh
  • Surya Ningsih
    Human Initative cabang Aceh
  • Aulia Rahmayani
    Human Initative cabang Aceh
  • Ilham Hanafi
    Human Initative cabang Aceh
  • Ashabul Anhar
    Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Pusat Riset Kehutanan dan Ekosistem, Universitas Syiah Kuala
  • Lola Adres Yanti
    Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
  • Ulfa Hansri Ar Rasyid
    Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
  • Astri Winda Siregar
    Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
  • Durrah Hayati
    Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
  • Farhan Akmal Prasetyo
    Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
  • Ariz Umar Ramadhan
    Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
  • Nurul Fajri
    Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
  • Moehammad Ediyan Raza Karmel
    Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala
DOI: https://doi.org/10.23960/rdj.v4i2.11979
Abstract Views (Last 12 Months)
252 Abstract Views
227 Downloads

Abstract

Mangrove merupakan tipe ekosistem yang tumbuh pada daerah peralihan air asin dan air tawar. Ekosistem mangrove memiliki berbagai manfaat dalam kehidupuan, baik manfaat yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat besar ekosistem mangrove pada daerah pesisir seperti mencegah terjadinya abrasi dan erosi, memecah angin laut, memecah ombak dan juga sebagai habitat bagi biota laut dan darat. Ekosistem mangrove yang memiliki manfaat juga mendapati tantangan dalam eksistensinya. Saat ini, tantangan teresar yang dialami hutan mangrove adalah aluh fungsi lahan baik untuk pemukiman maupun dijadikan tambak. PLN (Perusahaan Listrik Negara) merupakan salah satu perusahaan yang berkewajiban untuk melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam hal ini PLN UPT Banda Aceh melaksanakan kewajiban tersebut melalui program Konservasi Mangrove. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah melakukan penanaman 10.000 Mangrove di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar sebagai aksi nyata untuk menjaga kelestarian wilayah pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Jenis-jenis mangrove yang ditanam berupa Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronatea dan Ceripos tagal.  Jarak tanam yang digunakan adalah 1m x 1m dengan total luas areal + 1 hektar. Ceremony kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh, Asisten II Sekda Aceh, Bupati Aceh Besar, Kepala DLHK Aceh, Kepala DKP Aceh, Kepala BPDAS Krueng Aceh, Kepala BAPPEDA Aceh Besar, Kepala UPTD KPH Wilayah I Aceh, PT PLN (Persero) ULP Banda Aceh, Human Initiative Aceh, Camat Baitussalam, Kapolsek aitussalam, Danramil Baitussalam, Mukim Silang Cadek, Kaprodi Teknik Lingkungan UIN Ar Raniry, Dosen Departemen Kehutanan USK, Ketua STIK Pante Kulu, Ketua YEL, Ketua YAGASU, Ketua Yayasan Mangrove Lestari dan unsur Forum KKMA, relawan dan mahasiswa yang tergabung.

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2025-11-29
How to Cite
Muslih, A. M., Apriansya, G., Apriadi, Ningsih, S., Rahmayani, A. ., Hanafi, I., Anhar, A., Yanti, L. A., Ar Rasyid, U. H. ., Siregar, A. W., Hayati, D., Prasetyo, F. A., Ramadhan, A. U., Fajri, N., & Raza Karmel, M. E. . (2025). Konservasi Mangrove Sebagai Upaya Menjaga Pesisir Melalui Program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) PLN UPT Banda Aceh Di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan Dan Lingkungan, 4(2), 125–134. https://doi.org/10.23960/rdj.v4i2.11979