Pelatihan Budidaya Sengon: Strategi Pengabdian Masyarakat Untuk Mendukung Kesejahteraan Petani Dan Kelestarian Lingkungan Di Jatinangor, Sumedang
Abstract
Rehabilitasi lahan kritis serta pemanfaatan lahan yang optimal melalui wanatani atau agroforestry adalah upaya potensial untuk dilakukan sebagai pendekatan dalam mengurangi laju deforestasi dan degradasi lingkungan. Sengon adalah jenis pohon cepat tumbuh dan relatif banyak ditanam di Indonesia, khususnya di P. Jawa. Sengon bernilai ekonomi tinggi, karena digunakan sebagai bahan baku berbagai industri. Jenis ini sering digunakan dalam rehabilitasi lahan kritis, karena pertumbuhan yang cepat dan adaptasi yang baik pada lahan marginal. Produktivitas sengon di tingkat petani masih relatif belum optimal, karena keterbatasan pengetahuan teknis mengenai budidaya sengon. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu memberikan pelatihan teknis budidaya sengon untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Secara umum, program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan teknis para peserta dalam budidaya sengon. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan persentase hasil post-test terhadap pre-test sebesar 6,64%. Kelompok peserta dengan latar pendidikan D3 menunjukkan keberhasilan pelatihan yang tertinggi (41,62%). Kelompok peserta dengan rentang usia 27 – 33 tahun dan 41 – 47 tahun memiliki kecenderungan yang positif dalam mengikuti pelatihan ini. Hal ini disebabkan oleh tingkat konsentrasi, ketahanan, dan energi belajar yang relatif tinggi, serta kematangan pengetahuan berbasis pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam teknik budidaya sengon.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




2.jpg)
6.png)
