Diversifikasi Produk Gula Aren Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Di KTH Padang Liwar
Abstract
Diversifikasi produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Padang Liwar di Desa Galam, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut yang selama ini hanya memproduksi gula aren cetak konvensional dengan nilai ekonomi relatif rendah. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan inovasi produk, rendahnya penguasaan teknologi pengolahan, serta lemahnya manajemen usaha dan pemasaran. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) mitra melalui diversifikasi produk gula aren menjadi gula cetak aneka rasa dan gula semut, serta memperkuat kapasitas manajemen usaha. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, serta pemantauan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan Pengetahuan meningkat dari 40% menjadi 85% (45%), keterampilan dari 35% menjadi 80% (45%), dan manajemen usaha dari 30% menjadi 82% (52%). Mitra telah mampu memproduksi gula aren varian rasa (jahe dan temulawak) dalam bentuk mini serta gula semut dengan kualitas dan nilai jual lebih tinggi. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman dalam manajemen usaha dan strategi pemasaran sebesar 82%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas mitra serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




2.jpg)
6.png)
