HASIL DAN VIGOR AWAL BENIH KEDELAI (Glycine max [L.] Merrill) YANG DIPANEN DARI PERTANAMAN TUNGGAL DAN GANDA DENGAN KETELA POHON

  • Eko Pramono
    Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Muhammad Syamsoel Hadi
    Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Tumiar Katarina B. Manik
    Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Fadila Ramadhani
    Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.23960/ja.v25i1.12641
Keywords Hasil Benih, Kedelai, ketela pohon, tanam ganda, vigor awal
Abstract Views (Last 12 Months)
14 Abstract Views
15 Downloads

Abstract

Limited planting land leads to the use of double-cropping systems for food crop production. This experiment aims to determine the yield and initial vigor of soybean seeds harvested from double planting of cassava-soybean with different cassava planting intensities. This experiment was conducted at the Vegetable Seed Management Unit, Sekincau Village, and the Seed and Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung, from June 2022 to February 2023. Soybean variety Dega-1 and cassava clone Ketan were planted singly and double-planted with 4 compositions, namely 1) single soybean planting (p), and 2) double cassava-soybean planting with soybean planting intensities of 67% and cassava planting intensities of a) 67% (p), b) 78% (p), and 89% (p). Each treatment level was replicated five times in five blocks. Analysis of data variance using Minitab Ver. 17 and comparison of the mean values of treatments with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) using Excel 2013. The intensity of cassava plants in double cropping with soybeans did not reduce soybean yield per plant or initial seed vigor, but reduced soybean seed yield per plot and increased the land equivalence value from 1.00 to 1.29-1.37.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afdal. (2022). Hasil dan Mutu Benih Sorgum (Sorghum bicolor [L.] Moench) dari Pertanaman yang Ditumpangsarikan pada Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan Monokultur. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung. 62 Hlm.

Asadi, D.M., Arsyad, H., Zahra, & Darmijati. (2007). Pemuliaan Kedelai untuk Toleran Naungan dan Tanam ganda. Buletin Agro Bio 1(2) : 15-20.

Astawan, M. (2004). Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan. PT Gramedia. Jakarta. 156 Hlm.

Auliyah, N., Napitupulu, D. M., & Yanita, M. (2025). Dinamika Permintaan dan Penawaran Kedelai di Indonesia: Analisis Perkembangan dan Tantangan. J. Agrifo, 10(2),158-166.

Badan Pusat Statistik RI. (2026). Impor Kedelai Menurut Negara Asal Utama 2017-2024.https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjAxNSMx/impor-kedelai-menurut-negara-asal-utama--2017-2023.html.

Balai Besar PPMBPTH. (2022). Evaluasi Mutu Benih Kedelai Hasil Produksi Tumpangsisip dengan Jagung. Laporan Tahunan 2022. https://bbppmbtph. tanamanpangan. pertanian.go.id/storage/master/file/wm1qh7Kz_6._Evaluasi_Mutu_Benih_Kedelai_Hasil_Produksi_Tumpangsisip_dengan_Jagung.pdf

Budiastuti, S. (2000). Penggunaan Triakontanol dan Jarak Tanam pada Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.). Jurnal Penelitian Agronomi (Agrosains) 2 (2): 59-63.

Copeland, L.O. dan McDonald, M. B. (2001). Principles of Seed Science and Technology. Macmillan Publ. Co. New York. 467 p.

Elisabeth, D. A. A. dan Harsono, A. (2020). Keunggulan Ekonomis Tumpangsari Kedelai dengan Jagung di Lahan Kering Iklim Kering. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 4(1):53-62.

Garuda, S.R., Baliadi, Y., & Lestari, M. S. (2017). Pengembangan Kedelai di Papua: Potensi Lahan. Strategi Pengembangan dan Dukungan Kebijakan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 36(1):47-58.

Hartati, S. (2004). Pengaruh Saat Tanam dan Populasi Jagung terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai dan Jagung. Jurnal Agrivet 8 (1): 24-33.

Herlina, N. dan Aisyah, Y. (2018). Pengaruh Jarak Tanam Jagung Manis dan Varietas Kedelai terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedua Tanaman dalam Sistem Tanam Tumpangsari. Buletin Palawija 16(1):9-16.

Hidayat, T. (2022). Evaluasi Produktivitas dan Mutu Benih Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dari Pertanaman Monokultur dan Tumpangsari dengan Sorgum (Sorghum bicolor [L.] Moench). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung. 40 Hlm. Tidak dipublikasikan.

ISTA. (2009). Handbook on Seedling Evaluation. Third edition with amendmends 2009. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2018. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 991/HK.150/C/05/2018 tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Benih Tanaman Pangan. Jakarta. p : 8.

Lisanti, E., Puspitaningrum, Tresnawati, N. E. & Arwin. (2021). Inovasi Aneka Pangan Bergizi Tinggi dari Bahan Kedelai Iridiasi Gamasugen untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Rawamangun Jakarta Timur. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 18(1): 82-90.

Maguire, J. D. (1962). Speed of gennination-aid in selection and evaluation for seedling emergence and vigor. Crop Science 2:176-177.

Mawazin & Suhendi, H. (2008). Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Kedelai. Pusat Penelitian dan Konservasi Alam 5(4): 381-388.

Pandiangan, N. D. & Rasyad, A. (2017). Komponen dan Mutu Biji Beberapa Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) yang Ditanam pada Empat Waktu Aplikasi Pupuk Nitrogen. Jom Faperta 4(2): 1-14.

Pramono, E., Timotiwu, P. B., Ermawati, Agustiansyah, Adhinugraha, Q. S., Kuswati, & Sukmawati, K. D. (2025). Panduan Praktikum Teknologi Benih (AGR620205). Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Program Studi Agronomi, Jurusan Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung. 105 Hlm.

Pramono, E., Handayani, T. T., Manik, T. K. & Hadi, M. S. (2023). Petak Percontohan Tanam ganda Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) dengan Ketela pohon (Manihot esculenta Crantz) di Dataran Tinggi Sekincau Lampung Barat. Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 02(01), 080 – 095.

Pramono, E., Manik, T. K. B., Hadi, M. S., & Salsabila, E. F. (2024). Pengaruh Kombinasi Populasi Tumpangsari Kedelai-Singkong pada Pertumbuhan dan Hasil Benih Tanaman Kedelai dan Hasil Umbi Singkong. Jurnal Agrotropika, 23(1), 141-153.

Purnamasari, L., Pramono, E. & Kamal, M. (2017). Pengaruh Jumlah Tanaman per Lubang terhadap Vigor Benih Tiga Varietas Sorgum (Sorghum bicolor L.) dengan Metode Pengusangan Cepat MPC). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 15(2), 107-114.

Rifai, A., Basuki, S., & Utomo, B. (2014). Nilai Kesetaraan Lahan Budidaya Tanam ganda Tanaman Tebu dengan Kedelai : Studi Kasus di Desa Karangharjo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Widyariset, 17(1), 59-70.

Sadjad, S. (1972). Kertas Merang Untuk Uji Viabilitas Benih di Indonesia: Beberapa Penemuan dalam Bidang Teknologi Benih. Disertasi. Fak. Pascasarjana IPB. Bogor. 281 Hlm.

Sadjad, S. (1993). Dari Benih Kepada Benih. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta. 144 hlm.

Saida, M. D. N. (2023). Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Ubi Kayu. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian. Jakarta. 51 Hlm. https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/2A_Analisis_Kinerja_Perdagangan_ Ubi_Kayu_2023.pdf

Siantar, P. L., Pramono, E., Hadi, M. S., & Agustiansyah. (2019). Pertumbuhan, Produksi, dan Vigor Benih pada Budidaya Tumpangsari Sorgum-Kedelai. Jurnal Galung Tropika, 8 (2):91-102. DOI: http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v8i2.429.

Sundari, T & Mutmaidah, S. (2018). Identifikasi kesesuaian genotipe kedelai untuk tanam ganda dengan ubi kayu. J. Ilmu Pertanian Indonesia, 23(1), 29-37.

Wahyuningsih, S. (2024). Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kedelai. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertanian RI. 43 Hlm. https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/Analisis_ Kinerja_Kedelai_Sem_2.pdf

Wibowo, A., Purwanti, S., & Rabaniyah, R. (2013). Pertumbuhan dan Hasil Benih Kedelai Hitam yang Ditanam Secara Tumpangsari dengan Jagung Manis (Zea mays). Jurnal Vegetalika 4(1): 99-110.

Published
2026-05-27
How to Cite
Pramono, E., Hadi, M. S., Manik, T. K. B., & Ramadhani, F. (2026). HASIL DAN VIGOR AWAL BENIH KEDELAI (Glycine max [L.] Merrill) YANG DIPANEN DARI PERTANAMAN TUNGGAL DAN GANDA DENGAN KETELA POHON. JURNAL AGROTROPIKA, 25(1), 188–198. https://doi.org/10.23960/ja.v25i1.12641