Sales and production forecasting of fish skin snacks and the availability of pangasius fish skin raw materials at Gatiga Snack
Abstract
Agroindustri perikanan memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk hasil perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu bentuk pengembangan agroindustri adalah pemanfaatan limbah hasil pengolahan ikan, seperti kulit ikan patin, menjadi produk bernilai ekonomi tinggi berupa keripik kulit ikan (fish skin). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan bahan baku, pola penjualan, nilai tambah, serta merumuskan strategi prioritas pengembangan produk keripik kulit ikan patin pada UMKM Gatiga Snack di Kabupaten Lampung Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data meliputi analisis ketersediaan bahan baku, analisis penjualan, analisis nilai tambah menggunakan metode Hayami, analisis SWOT, serta penentuan strategi prioritas menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku kulit ikan patin bersifat fluktuatif namun masih berada pada kondisi surplus. Penjualan produk fish skin menunjukkan tren meningkat dengan pola musiman yang kuat. Nilai tambah pengolahan mencapai Rp135.000/kg dengan tingkat keuntungan sebesar 83,30%, yang menandakan usaha ini sangat menguntungkan. Hasil analisis SWOT menempatkan usaha pada kuadran strategi agresif (SO). Strategi prioritas yang direkomendasikan meliputi penguatan branding, diferensiasi produk berbasis nilai gizi, perluasan jaringan distribusi, serta inovasi produk guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan agroindustri.












